Anora (2025) Review — Chaos, Lelah, tapi Benar-Benar Brilian

29 Juni 2026
Movie ReviewAnoraDramaComedyRomance

Bagikan artikel ini:

🎬 Anora (2025) Review

Chaos, Lelah, tapi Benar-Benar Brilian

Anora Banner

Kali ini aku mau membahas film yang tahun lalu berhasil menyabet banyak penghargaan bergengsi, yaitu Anora.

Setelah selesai menontonnya, jujur saja satu kata yang paling bisa mendeskripsikan perasaanku adalah: lelah. Sebagai seorang introvert, film ini benar-benar menguras habis energiku! Secara keseluruhan aku memberikan skor 7/10. Mari kita bahas kenapa film ini bisa sebegitu melelahkan namun tetap pantas mendapat banyak pujian.


🗣️ 1. Sangat Bising, Chaos, tapi Natural!

Isi film ini benar-benar rame dan berisik banget! Kalian akan disuguhkan dengan adegan di mana banyak orang ngomong berbarengan, saling teriak, berdebat dengan bahasa dan budaya yang berbeda. Suasananya sangat chaos.

Namun anehnya, chaos di sini bukanlah artian yang buruk. Berisiknya film ini justru menggambarkan nuansa aslinya. Rasanya seperti kita tidak sedang menonton orang berakting, melainkan melihat kehidupan nyata yang sedang direkam secara diam-diam. Akting dari seluruh cast-nya patut diacungi jempol karena semuanya terkesan sangat natural dan real.


💔 2. Cinta Tulus vs Cinta Transaksional

Premis utama yang dibawa sangatlah unik dan brutal. Film ini sukses menampar penonton lewat benturan antara cinta yang transaksional dengan cinta yang tulus.

Karakter Anora benar-benar mengharapkan ketulusan, tapi realitanya ia justru dihadapkan pada dunia yang serba transaksional. Emosi yang dirasakan Anora tersampaikan dengan sangat sempurna berkat akting luar biasa dari Mikey Madison. Ini adalah versi brutal dari kisah tentang materialisme, dan memberikan banyak pelajaran berharga tentang betapa kerasnya realita cinta di dunia nyata.


⏳ 3. Pacing Lambat dan Komedi di Tengah Kekacauan

Secara alur, film ini berjalan cukup lambat. Satu jam pertamanya kita hanya diperlihatkan adegan foya-foya maksimal tanpa henti. Tapi, tahan dulu! Film ini mulai menjadi sangat menarik justru setelah satu jam pertama ketika konflik utamanya meledak.

Saat masuk ke konflik utama, komedinya justru makin terasa dan sukses bikin tertawa. Masalahnya, jujur saja, saat adegan lucu itu muncul aku sudah tidak sanggup tertawa lagi karena energiku sudah tersedot habis oleh chaos-nya suasana film ini dari awal!


🔞 4. Vulgar, Namun Terdiam oleh Konflik

Sesuai dengan tema dan latar belakang ceritanya, film ini memang menampilkan banyak sekali adegan vulgar. Jadi, jelas ini bukan film untuk semua umur.

Tapi yang menarik, seiring berjalannya waktu dan setelah konflik utama memuncak, adegan-adegan vulgar itu rasanya jadi terlihat "biasa saja". Perhatian kita sudah sepenuhnya tersita oleh konflik kekacauan mencari jalan keluar yang jauh lebih menarik dan intens daripada adegan vulgarnya sendiri.


🎬 Kesimpulan

Anora adalah film yang luar biasa chaos, berisik, dan sangat melelahkan untuk ditonton. Tapi justru di situlah letak kejeniusannya dalam memotret realita.

Film ini sangat layak ditonton, asalkan kalian tidak mencari film dengan pace atau alur yang cepat. Bersiaplah untuk sebuah sajian lambat yang menguras energi dan emosi, namun akan meninggalkan kesan yang mendalam di akhir cerita. Pantas saja film ini panen penghargaan!

Final Score: 7/10 ⭐️

Gimana dengan kalian? Sanggupkah kalian menghadapi chaos-nya dunia Anora tanpa merasa lelah?

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Mari terhubung dan jelajahi bagaimana ide-ide ini dapat menggerakkan proyek Anda selanjutnya.

Mari Bicara
Anora (2025) Review — Chaos, Lelah, tapi Benar-Benar Brilian | Daffathan Labs | Daffathan Labs