Backrooms Review — Misteri Ruang Liminal yang Terasa Nyata

16 Juli 2026
Movie ReviewBackroomsHorrorMysterySci-FiCosmic Horror

Bagikan artikel ini:

🎬 Backrooms Review

Misteri Ruang Liminal yang Terasa Nyata

Backrooms Banner

Kali ini aku mau me-review sebuah film yang diadaptasi dari salah satu creepypasta paling legendaris di internet, yaitu Backrooms.

Secara keseluruhan, aku memberikan rating 7/10. Jujur saja, dari awal aku memang tidak pasang ekspektasi yang terlalu tinggi, jadinya aku sama sekali tidak merasa kecewa setelah menontonnya. Mari kita bedah bagaimana film ini mengeksekusi dunia yang super aneh ini!


🟨 1. Eksekusi Dunia yang Abstrak dan Creepy

Kita semua tahu seberapa tenar Backrooms di internet: ruangan kosong nan remang-remang, sepi tanpa tanda kehidupan, ditambah dengan interior yang terdistorsi sehingga terasa sangat aneh dan tidak berujung. Ditambah lagi dengan kehadiran entitas-entitas misterius yang selalu mengejar kita bagaikan di dalam sebuah game.

Menurutku, premis film ini sangat menarik dan berhasil dieksekusi dengan baik! Aku salfok banget dengan desain interior Backrooms-nya. Nuansanya benar-benar berkesan layaknya sebuah ruang imajinasi liar karena bentuknya yang sangat abstrak. Bentuk entitasnya pun digambarkan dengan sangat aneh dan sukses bikin merinding. Penggambaran Backrooms di film ini sangat layak diacungi jempol.


🌌 2. Horor Suasana ala Cosmic Horror

Konsep horor yang dibawakan juga bukan tipe horor yang mengandalkan jumpscare murahan, melainkan murni horor secara suasana (atmospheric horror). Secara personal, aku sangat menyukai tipe horor seperti ini karena sering kali lebih bisa relate dengan rasa takut di kehidupan nyata.

Kombinasi antara cosmic horror (ketakutan akan sesuatu yang jauh lebih besar dan tidak diketahui) dan horor psikologis manusia adalah genre favoritku. Film ini berhasil mengeksekusi elemen tersebut dengan brilian, membuktikan bahwa sebuah film bisa terasa sangat mencekam tanpa harus dibombardir dengan jumpscare setiap lima menit sekali.


⏳ 3. Tempo yang Cenderung Lambat

Salah satu kekurangan dari film ini ada di temponya yang terasa lambat. Tapi menurutku ini masih sangat wajar. Film ini sepertinya memang tidak mau terburu-buru fokus mengupas tuntas "misteri" di balik Backrooms, melainkan lebih berfokus untuk memperkenalkan apa itu Backrooms kepada para penonton awam.


🚪 4. Cliffhanger dan Potensi Skala Besar

Film ini menggambarkan sistem "level" atau kedalaman Backrooms dengan sangat baik, sehingga kita secara tidak langsung diberi petunjuk bahwa ini baru permulaan.

Bahkan, ada kemunculan manusia-manusia lain di dalam sana yang sudah meneliti banyak hal. Hal ini menjadi cliffhanger yang menarik: jika ada kelanjutannya, maka level eksplorasinya akan semakin dalam, dan entitas yang muncul pasti akan semakin banyak dan berbahaya.


🎬 Kesimpulan

Meskipun film layar lebar ini cukup memuaskan untuk sebuah perkenalan, melihat betapa luas dan dalamnya lore dari ruang liminal ini, aku justru merasa kalau konsep Backrooms ini jauh lebih cocok dijadikan sebagai sebuah series dibandingkan film layar lebar berdurasi dua jam.

Final Score: 7/10 ⭐️

Gimana menurut kalian? Apakah kalian berani mencoba masuk dan mencari jalan keluar dari Backrooms, atau mendingan main game-nya aja deh?

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Mari terhubung dan jelajahi bagaimana ide-ide ini dapat menggerakkan proyek Anda selanjutnya.

Mari Bicara