π¦ΈββοΈ Supergirl (2026) Review
Action Seru tapi Cerita Terasa Hambar
Akhirnya kita bisa melihat film Supergirl yang diadaptasi dari komik "Woman of Tomorrow". Sayangnya, buatku pribadi, film ini terasa seperti kehilangan arah.
Secara keseluruhan, aku memberikan skor 6/10 untuk film ini. Walaupun masih cukup menghibur untuk ditonton, ada banyak hal yang rasanya terasa sangat flat atau hambar.
π΄ 1. Cerita yang Sangat Flat dan Kurang Emosional
Bagi kalian yang sudah tahu, film ini mengambil basis cerita dari "Supergirl: Woman of Tomorrow" yang mana seharusnya sangat kaya akan emosi dan memiliki bobot cerita yang dalam. Sayangnya, eksekusinya di layar lebar benar-benar tidak terasa emosional sama sekali.
Sangat terlihat kontras ketika penceritaannya tidak dipegang langsung oleh James Gunn, ceritanya menjadi terasa flop dan sangat hambar. Padahal kita berharap mendapatkan sesuatu yang menyentuh seperti di komiknya, tapi nyatanya film ini terasa berjalan begitu saja.
πΊ 2. Jason Momoa Sebagai Lobo "Steal The Show"
Sisi baiknya, kita punya Jason Momoa yang memerankan Lobo! Harus aku akui, Lobo di sini benar-benar steal the show.
Dari awal dia muncul sampai pertarungan terakhirnya, peran Jason Momoa sangat dapet dan sangat menghidupkan suasana. Karismanya sebagai Lobo menjadi penyelamat di tengah cerita yang kurang nendang.
π₯ 3. Koreografi Action yang Terasa Biasa Saja
Ini adalah salah satu hal yang paling kurang aku suka dari film ini. Koreografi pertarungan Supergirl di sini terkesan sangat biasa saja.
Kalian ingat kan bagaimana koreografi pertarungan Superman yang setiap aksinya selalu memorable? Apalagi Superman masih bisa diimbangi oleh karakter seperti Lex Luthor dengan pertarungan yang intens. Sayangnya, di film ini aksi Supergirl terasa hanya sekadar adu jotos biasa; sekali tonjok, musuhnya langsung mental jauh. Tidak ada koreografi yang benar-benar membekas atau membuat kita berdecak kagum.
π 4. Vibes Luar Angkasa yang Terlalu Mirip Marvel
Satu lagi yang sangat disayangkan adalah penggambaran world-building luar angkasanya. Entah kenapa, dunia kosmik DC di film ini benar-benar memberikan vibes Guardians of the Galaxy.
Tidak terlihat ada pembeda yang jelas antara dunia luar angkasa DC dan Marvel. Vibes-nya sama persis! Ini sepertinya bakal jadi PR besar buat James Gunn ke depannya untuk memperbarui nuansa luar angkasa DC agar memiliki identitasnya sendiri dan berbeda dengan Marvel.
π¬ Kesimpulan
Meskipun aku punya banyak kritikan, Supergirl masih tergolong worth it buat kalian tonton. Kenapa? Karena porsi fight atau pertarungannya sangat banyak dan film ini cukup fun untuk dinikmati sebagai hiburan ringan daripada cerita flat yang membosankan.
Intinya, jangan berekspektasi terlalu tinggi pada ceritanya, dan nikmati saja serunya aksi dan kegilaan Lobo di layar!
Final Score: 6/10 βοΈ
Gimana menurut kalian? Apakah kalian setuju kalau dunia kosmik DC di film ini terlalu mirip Marvel?